Apa itu Stake Out?
stake out adalah menu pengukuran yang digunakan untuk menentukan lokasi koordinat titik di suatu lapangan. Prinsipnya adalah terbalik dengan konsep pengambilan data lapangan. Kalau pengambilan data lapangan kita mengukur koordinat titik dari lapangan sedangkan stake out adalah mengembalikan koordinat ke lapangan dari desain.
berikut ini langkah-langkahnya :
A. Memasukkan Data koordinat pada saat pengukuran.
1. Masuk ke Mode Stake out Menu- Layout.
2. Masukkan informasi tempat berdiri alat (F1 Occ. ST Input)
*Tampilan Layar
Occ. PT
PT#:
Input List Nez Enter
*Tekan F3 Nez
Tampilan Layar
E : ..........5000.000 m
N : ..........5000.000 m
Z : .......... 100.000 m
Input ---- PT# Enter
3.Melakukan Orientasi ke back sight (BS) dari menu Layout (F2) Backsigt.
- Dengan menggunakan data koordinat titik back sigt:
*Tampilan Layar
Back Sight
PT#:
Input Scrh Ne/Az Enter
*Tekan F3 Ne/az
Tampilan Layar
N- 0.000 m
E: 0.000 m
Input ... Az Enter
- Dengan menggunakan data azimuth dari alat ke back sight tekan AZ:
*Tekan F3 az
Tampilan Layar
Back Sight
HR:
Input ... PT# Enter
*Tekan F1
Tampilan Layar
Back Sight
HR: 90 57' 58"
>Sight Yes NO
4. Stake out yang diketahui koordinatnya
*Tekan F3
Tampilan Layar
Layout
F1: Occ. Pt Input
F2: Back Sight
F3: Layout P
*Tekan F3 Nez untuk memasukkan koordinat titik yang akan di stake out
Tampilan Layar
Layout
PT#:
Input List Nez Enter
*Tidak perlu memasukkan tinggi target apabila hanya men stake out X dan Y
Tampilan Layar
Reflector Height
Input
R.Ht : 0.000 m
Input ... PT# Enter
*Tekan Tombol F1 Angle terlebih dahulu untuk mencari arah dari titik yang
akan di stake out
Tampilan Layar
Calculated
HR : 90 25' 10"
HD : 57.58 m
Angle Dist ... ...
*Untuk mendapatkan arah tersebut yang benar putar teropong dalam arah
horizontal sampai bacaan dHR menjadi 0 (Nol)
Tampilan Layar
PT# : 101
HR : 5 30' 20"
dHR : 25 50' 10"
Dist ... Nez ...
*Tempatkan target pada arah tersebut ukur jarak dari alat ke target dengan
tombol F1 DIST. Lakukan pergerakan maju/mundur sampai dHD menjadi 0 (Nol).
Tampilan Layar
HD* : 5102.95 m
dHD : 5791.96 m
dZ : 104.55 m
Mode Nez Np/p Next
Untuk Langkah 1-3 lebih jelasnya dapat dilihat Tutorial sebelumya KLIK di sini Untuk Melihat
B. Stake Out data koordinat yang sudah dimasukkan ke alat
1. Masuk ke Mode Stake out Menu- Layout.
2. Masukkan informasi tempat berdiri alat (F1 Occ. ST Input)
*Tampilan Layar
Occ. PT
PT#:
Input List Nez Enter
*Tekan F3 Nez
Tampilan Layar
E : ..........5000.000 m
N : ..........5000.000 m
Z : .......... 100.000 m
Input ---- PT# Enter
3.Melakukan Orientasi ke back sight (BS) dari menu Layout (F2) Backsigt.
- Dengan menggunakan data koordinat titik back sigt:
*Tampilan Layar
Back Sight
PT#:
Input Scrh Ne/Az Enter
*Tekan F3 Ne/az
Tampilan Layar
N- 0.000 m
E: 0.000 m
Input ... Az Enter
- Dengan menggunakan data azimuth dari alat ke back sight tekan AZ:
*Tekan F3 az
Tampilan Layar
Back Sight
HR:
Input ... PT# Enter
*Tekan F1
Tampilan Layar
Back Sight
HR: 90 57' 58"
>Sight Yes NO
4. Stake out yang diketahui koordinatnya
*Tekan F3
Tampilan Layar
Layout
F1: Occ. Pt Input
F2: Back Sight
F3: Layout P
*Tekan F1 Input untuk memasukkan koordinat titik yang akan di stake out
Tampilan Layar
Layout
PT#:
Input List Nez Enter
*Tidak perlu memasukkan tinggi target apabila hanya men stake out X dan Y
Tampilan Layar
Reflector Height
Input
R.Ht : 0.000 m
Input ... PT# Enter
*Tekan Tombol F1 Angle terlebih dahulu untuk mencari arah dari titik yang
akan di stake out
Tampilan Layar
Calculated
HR : 90 25' 10"
HD : 57.58 m
Angle Dist ... ...
*Untuk mendapatkan arah tersebut yang benar putar teropong dalam arah
horizontal sampai bacaan dHR menjadi 0 (Nol)
Tampilan Layar
PT# : 101
HR : 5 30' 20"
dHR : 25 50' 10"
Dist ... Nez ...
*Tempatkan target pada arah tersebut ukur jarak dari alat ke target dengan
tombol F1 DIST. Lakukan pergerakan maju/mundur sampai dHD menjadi 0(Nol).
Tampilan Layar
HD* : 5102.95 m
dHD : 5791.96 m
dZ : 104.55 m
Mode Nez Np/p Next
Untuk Langkah 1-3 lebih jelasnya dapat dilihat Tutorial sebelumya KLIK di sini Untuk Melihat
Semoga bermanfaat....
Senin, 31 Januari 2011
Tutorial Topcon- Upload Data
Posting kali ini menjelaskan Upload Data bertujuan untuk pekerjaan pematokan titik-titik patok yang sudah diketahui koordinatnya. langsung saja menuju TKP...
Memasukkan data input
Ada beberapa cara untuk memasukkan data ke alat.
1. Secara Manual
MENU - F3 MEMORY MGR - F4- F1 KOORDINAT INPUT
* Input ( F1) - Ketik Nama File
Tampilan Layar
Select A File
FN :
Input List ... Enter
* Tekan (F1) Input untuk memasukkan nomor titik
Tampilan Layar
Coord. Data Input
PT#:
Input ... ... Enter
* Masukkan Koordinat ( Koordinat yang akan di stake out )
Tampilan Layar
N 5001.345
E: 5758.123
z: 102.303
2. Secara Otomatis (Upload Data)
* Buat daftar koordinat (No.Titik, X, Y, Z, Code) dengan teks editor dengan MsExel /
Note Pad.
Untuk Upload data format data yang dapat dibaca adalah :
- GTS 210/310-10 point data (*.xyz:*pnt)
- GTS 210/310-12 point data (*.xyz:*pnt)
Data selain format diatas di konversi dahulu melalui topcon link.
* Transfer data dari komputer ke alat dengan software Topcon Link.
Pastikan setting parameter komunikasi sudah benar.
MENU - F3 MEMORY MGR - F4 - F1 DATA TRANSFER
* Tekan F3
Tampilan Layar
Data transfer
F1: Send Data
F2: Load Data
F3: Comm. Parameter
* Tekan F1
Tampilan Layar
Comm Parameters
F1: Protocol
F2: Baud Rate
F3: Char./Parity
* Tekan F2 Ack/Nak
Tampilan Layar
Protocol
F1: Ack / Nak
F2: One way
* Gunakan tombol atas bawah Tekan F4 Enter untu nmemilih (9600)
Tampilan Layar
Baud Rate
300 600 1200
2401 4800 (9600)
ENTER
* Tekan F3 (8/None)
Tampilan Layar
Char/ Parity
F1: 7/Even
F2: 7/Odd
F3: 8/None
* Tekan F4 Stop bits pilih F1
Tampilan Layar
Stop Bits
F1: 1
F2: 2
* Transfer data koordinat dari komputer ke alat.
MENU - F3 MEMORY MGR- F4- F4-F1 DATA TRANSFER-F2 LOAD DATA-
F1 COOR. DATA - F1- INPUT - KETIK NAMA FILE.
* Tekan F3 Yes
Tampilan Layar
Load Coord. Data
OK?
... ... Yes No
Tampilan Layar
Load Coord. Data
>>>>>>
Stop
Semoga bermanfaat artikenya....
Memasukkan data input
Ada beberapa cara untuk memasukkan data ke alat.
1. Secara Manual
MENU - F3 MEMORY MGR - F4- F1 KOORDINAT INPUT
* Input ( F1) - Ketik Nama File
Tampilan Layar
Select A File
FN :
Input List ... Enter
* Tekan (F1) Input untuk memasukkan nomor titik
Tampilan Layar
Coord. Data Input
PT#:
Input ... ... Enter
* Masukkan Koordinat ( Koordinat yang akan di stake out )
Tampilan Layar
N 5001.345
E: 5758.123
z: 102.303
2. Secara Otomatis (Upload Data)
* Buat daftar koordinat (No.Titik, X, Y, Z, Code) dengan teks editor dengan MsExel /
Note Pad.
Untuk Upload data format data yang dapat dibaca adalah :
- GTS 210/310-10 point data (*.xyz:*pnt)
- GTS 210/310-12 point data (*.xyz:*pnt)
Data selain format diatas di konversi dahulu melalui topcon link.
* Transfer data dari komputer ke alat dengan software Topcon Link.
Pastikan setting parameter komunikasi sudah benar.
MENU - F3 MEMORY MGR - F4 - F1 DATA TRANSFER
* Tekan F3
Tampilan Layar
Data transfer
F1: Send Data
F2: Load Data
F3: Comm. Parameter
* Tekan F1
Tampilan Layar
Comm Parameters
F1: Protocol
F2: Baud Rate
F3: Char./Parity
* Tekan F2 Ack/Nak
Tampilan Layar
Protocol
F1: Ack / Nak
F2: One way
* Gunakan tombol atas bawah Tekan F4 Enter untu nmemilih (9600)
Tampilan Layar
Baud Rate
300 600 1200
2401 4800 (9600)
ENTER
* Tekan F3 (8/None)
Tampilan Layar
Char/ Parity
F1: 7/Even
F2: 7/Odd
F3: 8/None
* Tekan F4 Stop bits pilih F1
Tampilan Layar
Stop Bits
F1: 1
F2: 2
* Transfer data koordinat dari komputer ke alat.
MENU - F3 MEMORY MGR- F4- F4-F1 DATA TRANSFER-F2 LOAD DATA-
F1 COOR. DATA - F1- INPUT - KETIK NAMA FILE.
* Tekan F3 Yes
Tampilan Layar
Load Coord. Data
OK?
... ... Yes No
Tampilan Layar
Load Coord. Data
>>>>>>
Stop
Semoga bermanfaat artikenya....
Selasa, 07 September 2010
Tutorial Topcon - Download Data
Dapat pinjaman modem langsung aja posting ..... hehe
Download data total Station Topcon GTS 235N ke dalam komputer.
Berikut ini Langkah-langkahnya (Topcon Link Versi 4.11).
1. Buka program software Topcon Link ( Klik 2X Shourtcut Topcon Link ).
Apabila tidak ada shourtcut nya Klik ( Start-Programs-Topcon-Topcon Link).
2. Pilih file, pilih import from device.
3. Pilih Robotic Total Station, klik next.
Sebelum menekan tombol start pada kotak dialog download file from Total station.
Lakukan persiapan pada alat total station sebagai berikut :
- Tekan Tombol Menu pada Total Station, Pilih Memory MGR (F3).
Tampilan Layar
Menu
F1:Data collect
F2:Layout
F3:Memori MGR P
- Tekan Tombol (F4) sebanyak dua kali, Pilih Data Transfer (F1).
Tampilan Layar
Memory MGR
F1 : Data Transfer
F2 : Initialize
- Anda dapat memilih GTS Format(F1) atau SSS Format(F2).
Tampilan Layar
Data Transfer
F1 : GTS Format
F2 : SSS Format
- Tekan Tombol F1
Tampilan Layar
Data Transfer
F1 : Send Data
F2 : Load Data
F3 : Comm Parameters
- Tekan (F1) / (F2)
Tampilan Layar
Send Data
F1 : Meas Data {data pengukuran Berupa data RAW}
F2 : Coordinat Data{data koordinat hasil perhitungan pada unit total station}.
- Tekan F1 atau F2
- Klik Start Setelah kabel serial terhubung dari total station ke komputer.
Jika anda memilih F3)Comm Parameters lakukan setting
- Pilih Protocol : One Way
Baud Rate : 9600
Char./Parity : 8/NONE
Stop Bits : 1
setiap nilai yang dimasukkan diakhiri dengan tombol (F4).
- Kembali ke lembar Data transfer dilakukan dengan menekan tombol (ESC).
Pilih Send data (F1).
Tampilan Layar
Data Transfer
F1 : Send Data
F2 : Load Data
F3 : Comm Parameters
- Tekan F1 atau F2
Tampilan Layar
Send Data
F1 : Meas Data {data pengukuran Berupa data RAW}
F2 : Coordinat Data{data koordinat hasil perhitungan pada unit total station}.
- Klik Start Setelah kabel serial terhubung dari total station ke komputer.
4. Tekan OK akan muncul tampilan data – data Koordinat.
5. Langkah selanjutnya yaitu menyimpan data tersebut ke dalam format
AutoCAD / Landdekstop, simpan dengan misal nama Coba dengan format pnt,dxf,txt.
Untuk men download Versi Pdf, silahkan anda klik link di bawah ini :
DOWNLOAD
Download data total Station Topcon GTS 235N ke dalam komputer.
Berikut ini Langkah-langkahnya (Topcon Link Versi 4.11).
1. Buka program software Topcon Link ( Klik 2X Shourtcut Topcon Link ).
Apabila tidak ada shourtcut nya Klik ( Start-Programs-Topcon-Topcon Link).
3. Pilih Robotic Total Station, klik next.
Sebelum menekan tombol start pada kotak dialog download file from Total station.
Lakukan persiapan pada alat total station sebagai berikut :
- Tekan Tombol Menu pada Total Station, Pilih Memory MGR (F3).
Tampilan Layar
Menu
F1:Data collect
F2:Layout
F3:Memori MGR P
- Tekan Tombol (F4) sebanyak dua kali, Pilih Data Transfer (F1).
Tampilan Layar
Memory MGR
F1 : Data Transfer
F2 : Initialize
- Anda dapat memilih GTS Format(F1) atau SSS Format(F2).
Tampilan Layar
Data Transfer
F1 : GTS Format
F2 : SSS Format
- Tekan Tombol F1
Tampilan Layar
Data Transfer
F1 : Send Data
F2 : Load Data
F3 : Comm Parameters
- Tekan (F1) / (F2)
Tampilan Layar
Send Data
F1 : Meas Data {data pengukuran Berupa data RAW}
F2 : Coordinat Data{data koordinat hasil perhitungan pada unit total station}.
- Tekan F1 atau F2
- Klik Start Setelah kabel serial terhubung dari total station ke komputer.
Jika anda memilih F3)Comm Parameters lakukan setting
- Pilih Protocol : One Way
Baud Rate : 9600
Char./Parity : 8/NONE
Stop Bits : 1
setiap nilai yang dimasukkan diakhiri dengan tombol (F4).
- Kembali ke lembar Data transfer dilakukan dengan menekan tombol (ESC).
Pilih Send data (F1).
Tampilan Layar
Data Transfer
F1 : Send Data
F2 : Load Data
F3 : Comm Parameters
- Tekan F1 atau F2
Tampilan Layar
Send Data
F1 : Meas Data {data pengukuran Berupa data RAW}
F2 : Coordinat Data{data koordinat hasil perhitungan pada unit total station}.
- Klik Start Setelah kabel serial terhubung dari total station ke komputer.
4. Tekan OK akan muncul tampilan data – data Koordinat.
5. Langkah selanjutnya yaitu menyimpan data tersebut ke dalam format
AutoCAD / Landdekstop, simpan dengan misal nama Coba dengan format pnt,dxf,txt.
Untuk men download Versi Pdf, silahkan anda klik link di bawah ini :
DOWNLOAD
Minggu, 05 September 2010
Tutorial Topcon Prosedur Pengoperasian
Menghidupkan Alat
1. Tekan Tombol power ( selama kurang lebih 2 detik ) akan ditampilkan zerro set, dilayar akan ditampilkan nilai konstanta prisma yang aktif (PSM) dengan koreksi atmosfir (PPM) yang akan dipakai selama pengukuran.
2. Periksalah indikator baterai yang terdapat dilayar bagian kanan bawah, tanda batas strip 3 buah menunjukkan baterainya masih penuh. Putar teropong untuk setting pembacaan vertikal sehingga muncul tampilan sudut vertikal dan horizontal pada saat itu.
3. Tampilan / Display Tampilan layar pada Total Station (Tipe Topcon GTS 235 N) adalah dengan dot Matriz Liquit Cristal Display (LCD) yang terdiri dari 4 baris dengan 20 karakter pergaris, secara umum 3 baris diatas menunjukkan / menampilkan data ukuran dan 1 baris paling bawah menunjukkan fungsi yang berubah – ubah sesuai dengan mode pengukurannya.
Istilah dan kode yang muncul dalam tampilan
V : Sudut Vertikal.
HR : Sudut Horizontal Kanan.
HL : Sudut Horizontal Kiri.
HD : Jarak Horizontal.
VD : Jarak Vertikal.
SD : Jarak Miring
N : North ( Utara )
E : East ( Timur )
Z : Zenith / Elevasi
? : EDM sedang tidak aktif / menyala.
M : Satuan Meter.
F? : Satuan Feet ( kaki ).
F ? : Satuan Feet dan Inchi.
Tombol dan Pengoperasian Fungsi Total Station (Tipe Topcon GTS 235 N)
Tombol dan Fungsinya :
: Tombol untuk pengukuran koordinat.
/ /? : Tombol untuk pengukuran jarak.
ANG : Tombol untuk pengukuran sudut.
MENU : Tombol untuk pilihan yang ditampilkan.
ESC :Tombol untuk keluar dari suatu program ke tampilan sebelumnya
POWER :Tombol untuk menghidupkan dan mematikan Total Station.
F1 – F4 : Tombol / fungsi soft key digunakan untuk menjalankan perintah sesuai dengan menu tampilan yang diatasnya.
CATATAN :
Azimuth adalah : Sudut yang dihitung dari arah utara sampai titik tertentu.
1. Mencari Koordinat azimuth
a12 = Arc tan X2-X1 : Y2-Y1
2. Hub. Koordinat dan Jarak
d12= v(X2-X1)kuadrat+ v(Y2-Y1) kuadrat
(bingung nulis angka kuadrat di blog g muncul2 hehe)
3. Hub. Koordinat , Jarak, Azimuth
X2= X1+d12 sin a12
Y2= Y1+d12 cos a12
Apabila sudah diketahui koordinat Titik 1( BM1) dan 2 (BM2) dan azimutnya .
Langsung saja memasukkan koordinatnya dan azimutnya Misal OCC (BM1), BACKSIGHT (BM2) kemudian Masukkan azimutnya.
Apabila belum diketahui azimutnya kita dapat menghitungnya dengan rumus diatas tapi disini mencoba langsung tanpa menghitung terlebih dahulu.
Karena di dalam TS sudah dilengkapi dengan mikro komputer yang mengolah data menjadi data koordinat.
Berikut ini Langkah - langkahnya.
1. Memberi Nama File
Tekan Tombol Menu,
Tampilan Layar
Menu
Pilih Layout (F2),
F1:Data collect
F2:Layout
F3:Memori MGR P?
Pilih Input (F1),
Select A FILE
masukkan nama (misal dengan nama coba)
Tampilan Layar
FN: Coba
Input list skip enter
Pilih ESC.
2. Mencari Arah Utara
Arahkan teropong ke arah utara {menggunakan bantuan Kompas (bawaan Topcon}
untuk menyetelnya dengan cara menggeser dan mengatur skrup penggerak yang ada.
Bila sudah tepat Tekan Oset (F1)
Tampilan Layar
V : 109 00’ 04’’
HR:231 36’ 24’’
0Set Hold Hset P1
H ANGEL 0SET, >OK ?
...(No) (Yes)
pilih Yes (F3)
Pilih ESC.
3. Mencari koordinat awal(HR)
Arahkan teleskop ke arah lensa,kemudian catat HR Nya.
Tampilan Layar
V : 123 00’ 06’’
HR: 256 30’ 50’’
0Set Hold Hset P1
4. Kembali ke nama file tersebut, Pilih Layout (F2),
Tekan Tombol Menu,
Tampilan Layar
Menu
F1:Data collect
F2:Layout
F3:Memori MGR P?
Pilih File dengan nama Coba .(F4)
Tampilan Layar
Select A FILE
FN: Coba
Input list skp enter
Kembali ke layout,Pilih OCC (F1).
Tampilan Layar
Layout
F1:OCC PT Input
F2:Backsight
F3:Layout P?
Tekan input (F1),(Masukkan Koordinat E N Z caranya tekan input (F1)
Masukkan angka koordinat misal 5000 kemudian enter (F4).
Cttn:(koordinat disini hanya bersifat contoh)
Tampilan Layar
PT# :____________
Input list skp enter
E : .....5000.000 m
N : .....5000.000 m
Z : ..... 100.000 m
Input ---- PT# Enter
Instrument Height (Tinggi Alat) Misal tinggi alat 1.5 m Tekan Enter (F4).
Tampilan Layar
Instrument Height
Input
Ins. HT : 1.500 m
Input --- --- Enter
Kembali ke layout, Pilih Backsight (F2).
Tampilan Layar
Layout
F1:OCC PT Input
F2:Backsight
F3:Layout P
Tekan Ne / Az (F3). Tekan AZ (F3) AZ= Azimuth
Tampilan Layar
OCC PT
PT # : ___________
Input List Ne/Az Ent
E ..... m
N : .... m
Input __ AZ enter
Masukkan HR yang dicatat tadi. Tekan Input (F1).Tekan Yes (F3).
Tampilan Layar
BACKSIGHT
HR : 256 .3050
Input __ PT# Enter
Tampilan Layar
BACKSIGHT
HB : 256 30”50’
Input __ PT# Enter
5.Memberi Nomor Tembakan.Kembali ke Layout,Pilih New Point (F2).
Tampilan Layar
Layout
F1 : Seleck A FILE
F2 : New Point
F3 : Grid Faktor P
New Point, Pilih Side Shot (F1).
Tampilan Layar
F1 : Side shot
F2 : Resection
Pilih File Coba Tekan Enter (F4).
Tampilan Layar
Seleck A FILE
FN : Coba
Input List ___ Enter
Tekan Input (F1). masukkan Angka 1.(Angka 1 merupakan tembakan pertama).
Tampilan Layar
Side Shot
PT # :
Input srch ___ Enter
Reflector Height (Tinggi Prisma Rambu Ukur).Misal Kita isikan 1.5 m.
Tekan Yes (F3).
Reflector Height Akan ditampilkan E, N, Z nya, Untuk menyimpannya
Tekan Yes (F3).
Tampilan Layar
InputR.HT : 1.500 m
>Sight? (Yes)(No)
E : 5145.65
N : 5879.71
Z : 105.43
>REC (Yes)(No)
Siap untuk tembakan Side Shot Selanjutnya.
Tampilan Layar
PT # : 2
Input srch ___ Enter
Untuk men download Versi Pdf, silahkan anda klik link di bawah ini :
DOWNLOAD
Semoga tutorial ini dapat bermanfaat bagi teman-teman yang membutuhkannya.
1. Tekan Tombol power ( selama kurang lebih 2 detik ) akan ditampilkan zerro set, dilayar akan ditampilkan nilai konstanta prisma yang aktif (PSM) dengan koreksi atmosfir (PPM) yang akan dipakai selama pengukuran.
2. Periksalah indikator baterai yang terdapat dilayar bagian kanan bawah, tanda batas strip 3 buah menunjukkan baterainya masih penuh. Putar teropong untuk setting pembacaan vertikal sehingga muncul tampilan sudut vertikal dan horizontal pada saat itu.
3. Tampilan / Display Tampilan layar pada Total Station (Tipe Topcon GTS 235 N) adalah dengan dot Matriz Liquit Cristal Display (LCD) yang terdiri dari 4 baris dengan 20 karakter pergaris, secara umum 3 baris diatas menunjukkan / menampilkan data ukuran dan 1 baris paling bawah menunjukkan fungsi yang berubah – ubah sesuai dengan mode pengukurannya.
Istilah dan kode yang muncul dalam tampilan
V : Sudut Vertikal.
HR : Sudut Horizontal Kanan.
HL : Sudut Horizontal Kiri.
HD : Jarak Horizontal.
VD : Jarak Vertikal.
SD : Jarak Miring
N : North ( Utara )
E : East ( Timur )
Z : Zenith / Elevasi
? : EDM sedang tidak aktif / menyala.
M : Satuan Meter.
F? : Satuan Feet ( kaki ).
F ? : Satuan Feet dan Inchi.
Tombol dan Pengoperasian Fungsi Total Station (Tipe Topcon GTS 235 N)
Tombol dan Fungsinya :
: Tombol untuk pengukuran koordinat.
/ /? : Tombol untuk pengukuran jarak.
ANG : Tombol untuk pengukuran sudut.
MENU : Tombol untuk pilihan yang ditampilkan.
ESC :Tombol untuk keluar dari suatu program ke tampilan sebelumnya
POWER :Tombol untuk menghidupkan dan mematikan Total Station.
F1 – F4 : Tombol / fungsi soft key digunakan untuk menjalankan perintah sesuai dengan menu tampilan yang diatasnya.
CATATAN :
Azimuth adalah : Sudut yang dihitung dari arah utara sampai titik tertentu.
1. Mencari Koordinat azimuth
a12 = Arc tan X2-X1 : Y2-Y1
2. Hub. Koordinat dan Jarak
d12= v(X2-X1)kuadrat+ v(Y2-Y1) kuadrat
(bingung nulis angka kuadrat di blog g muncul2 hehe)
3. Hub. Koordinat , Jarak, Azimuth
X2= X1+d12 sin a12
Y2= Y1+d12 cos a12
Apabila sudah diketahui koordinat Titik 1( BM1) dan 2 (BM2) dan azimutnya .
Langsung saja memasukkan koordinatnya dan azimutnya Misal OCC (BM1), BACKSIGHT (BM2) kemudian Masukkan azimutnya.
Apabila belum diketahui azimutnya kita dapat menghitungnya dengan rumus diatas tapi disini mencoba langsung tanpa menghitung terlebih dahulu.
Karena di dalam TS sudah dilengkapi dengan mikro komputer yang mengolah data menjadi data koordinat.
Berikut ini Langkah - langkahnya.
1. Memberi Nama File
Tekan Tombol Menu,
Tampilan Layar
Menu
Pilih Layout (F2),
F1:Data collect
F2:Layout
F3:Memori MGR P?
Pilih Input (F1),
Select A FILE
masukkan nama (misal dengan nama coba)
Tampilan Layar
FN: Coba
Input list skip enter
Pilih ESC.
2. Mencari Arah Utara
Arahkan teropong ke arah utara {menggunakan bantuan Kompas (bawaan Topcon}
untuk menyetelnya dengan cara menggeser dan mengatur skrup penggerak yang ada.
Bila sudah tepat Tekan Oset (F1)
Tampilan Layar
V : 109 00’ 04’’
HR:231 36’ 24’’
0Set Hold Hset P1
H ANGEL 0SET, >OK ?
...(No) (Yes)
pilih Yes (F3)
Pilih ESC.
3. Mencari koordinat awal(HR)
Arahkan teleskop ke arah lensa,kemudian catat HR Nya.
Tampilan Layar
V : 123 00’ 06’’
HR: 256 30’ 50’’
0Set Hold Hset P1
4. Kembali ke nama file tersebut, Pilih Layout (F2),
Tekan Tombol Menu,
Tampilan Layar
Menu
F1:Data collect
F2:Layout
F3:Memori MGR P?
Pilih File dengan nama Coba .(F4)
Tampilan Layar
Select A FILE
FN: Coba
Input list skp enter
Kembali ke layout,Pilih OCC (F1).
Tampilan Layar
Layout
F1:OCC PT Input
F2:Backsight
F3:Layout P?
Tekan input (F1),(Masukkan Koordinat E N Z caranya tekan input (F1)
Masukkan angka koordinat misal 5000 kemudian enter (F4).
Cttn:(koordinat disini hanya bersifat contoh)
Tampilan Layar
PT# :____________
Input list skp enter
E : .....5000.000 m
N : .....5000.000 m
Z : ..... 100.000 m
Input ---- PT# Enter
Instrument Height (Tinggi Alat) Misal tinggi alat 1.5 m Tekan Enter (F4).
Tampilan Layar
Instrument Height
Input
Ins. HT : 1.500 m
Input --- --- Enter
Kembali ke layout, Pilih Backsight (F2).
Tampilan Layar
Layout
F1:OCC PT Input
F2:Backsight
F3:Layout P
Tekan Ne / Az (F3). Tekan AZ (F3) AZ= Azimuth
Tampilan Layar
OCC PT
PT # : ___________
Input List Ne/Az Ent
E ..... m
N : .... m
Input __ AZ enter
Masukkan HR yang dicatat tadi. Tekan Input (F1).Tekan Yes (F3).
Tampilan Layar
BACKSIGHT
HR : 256 .3050
Input __ PT# Enter
Tampilan Layar
BACKSIGHT
HB : 256 30”50’
Input __ PT# Enter
5.Memberi Nomor Tembakan.Kembali ke Layout,Pilih New Point (F2).
Tampilan Layar
Layout
F1 : Seleck A FILE
F2 : New Point
F3 : Grid Faktor P
New Point, Pilih Side Shot (F1).
Tampilan Layar
F1 : Side shot
F2 : Resection
Pilih File Coba Tekan Enter (F4).
Tampilan Layar
Seleck A FILE
FN : Coba
Input List ___ Enter
Tekan Input (F1). masukkan Angka 1.(Angka 1 merupakan tembakan pertama).
Tampilan Layar
Side Shot
PT # :
Input srch ___ Enter
Reflector Height (Tinggi Prisma Rambu Ukur).Misal Kita isikan 1.5 m.
Tekan Yes (F3).
Reflector Height Akan ditampilkan E, N, Z nya, Untuk menyimpannya
Tekan Yes (F3).
Tampilan Layar
InputR.HT : 1.500 m
>Sight? (Yes)(No)
E : 5145.65
N : 5879.71
Z : 105.43
>REC (Yes)(No)
Siap untuk tembakan Side Shot Selanjutnya.
Tampilan Layar
PT # : 2
Input srch ___ Enter
Untuk men download Versi Pdf, silahkan anda klik link di bawah ini :
DOWNLOAD
Semoga tutorial ini dapat bermanfaat bagi teman-teman yang membutuhkannya.
Rabu, 22 Juli 2009
Tutorial Topcon Bagian2 Alat Ukur
BAGIAN - BAGIAN ALAT UKUR
Sebelum melakukan pengukuran ada baeknya mengenal kelengkapan dan fungsi alat ukur tersebut, yang pertama :
1. Bak Ukur / Rambu Ukur dan Prisma / Lensa
Bagian Bak Ukur/Rambu Ukur
(b)
(a)
Gambar Bak / Rambu Ukur (a) dan Prisma / lensa (b)
Cara Pemasangan Bak Ukur/Rambu Ukur :
• Atur ketinggian rambu ukur dengan menarik batangnya sesuai dengan kebutuhan, kemudian kunci.
• Letakkan dasar rambu ukur tepat diatas tengah-tengah patok (titik) yang akan dibidik.
• Usahakan rambu ukur tersebut tidak miring/condong (depan, belakang, kiri dan kanan), karena bisa mempengaruhi hasil pembacaan.
• Arahkan lensa pada teropong pesawat.
2.Tripot / Statif
Bagian Tripot/Statif

Gambar Statif
Cara Pemasangan Statif :
• Letakkan statif di atas titik yng akan didirikan pesawat, kendorkan sekrup-sekrup kaki statif.
• Tarik kepala statif sampai pada ketinggian yang dikehendaki dan usahakan kepala statif sedatar mungkin.
• Keraskan kembali sekrup-sekrup kaki statif.
• Buka kaki statif upayakan dengan membentuk sudut 60°, dari muka tanah dan ujungnya membentuk segitiga sama sisi.
• Upayakan lubang sekrup pengunci tepat di atas titik center point.
• Injak kaki statif ke dalam tanah dengan tetap memperhatikan letak kepala statif tetap mendatar
3.Total Station
Bagian Total Station Topcon GTS 235 N

Gambar Total Station Topcon GTS 235 N
Persyaratan Operasi :
• Sumbu I harus tegak lurus dengan sumbu II (dengan menyetel nivo tabung dan nivo kotaknya).
• Garis bidik harus tegak lurus dengan sumbu II.
• Garis jurusan nivo skala tegak, harus sejajar dengan garis indeks skala tegak.
• Garis jurusan nivo skala mendatar, harus tegak lurus dengan sumbu II. (syarat, sudah dipenuhi oleh pabrik pembuatnya).
Cara Penyetelan Total Station :
1. Dirikan statif sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.
2. Pasang Total Station di atas kepala statif dengan mengikatkan landasan Total Station dan sekrup pengunci di kepala statif.
3. Tempatkan center point pada titik yang akan didirikan Total Station dengan tetap memperhatikan letak kepala statif tetap mendatar dengan cara, angkat dua kaki statif mata melihat pada teropong center point untuk menempatkan titik yang akan didirikan Total Station.
4. Setel nivo kotak dengan mengatur tinggi rendahnya kaki statif pada setiap pergeseran gelembung nivo dengan menggunakan sekrup menyetel kaki statif hingga gelembung nivo bergeser ke tengah
5. Tempatkan kembali center point pada titik yang akan didirikan pesawat dengan menyetel 3 sekrup penyetel, dengan cara memutar dua sekrup ke arah dalam atau luar secara bersamaan, dan sekrup yang satu digunakan untuk menempatkan center point tersebut. Bila kurang jelas perhatikan gambar berikut ini :

Putarlah sekrup A, B secara bersamaan hingga gelembung nivo bergeser ke arah garis sekrup C. (bila memutarnya ke arah dalam keduanya jg ke arah dalam sebaliknya bila memutarnya kearah keluar sekrup keduanya jg ke arah keluar)

Putarlah sekrup c ke arah keluar apa kedalam agar gelembung nivo tepat barada di tengah.
6. Ulangi langkah 4 dan 5 hingga titik yang akan didirikan Total Station masuk ke teropong center point dan gelembung nivo kotak berada di tengah.
7. Setel nivo tabung dengan memutar salah satu 3 sekrup penyetel hingga gelembung nivo bergeser ke tengah.
8. Periksa kembali kedudukan gelembung nivo kotak dan nivo tabung dengan memutar teropong ke segala arah, bila gelembung nivo itu bergeser lagi maka lakukan penyetelan kembali.
Sebelum melakukan pengukuran ada baeknya mengenal kelengkapan dan fungsi alat ukur tersebut, yang pertama :
1. Bak Ukur / Rambu Ukur dan Prisma / Lensa
Bagian Bak Ukur/Rambu Ukur
(b)(a)
Gambar Bak / Rambu Ukur (a) dan Prisma / lensa (b)
Cara Pemasangan Bak Ukur/Rambu Ukur :
• Atur ketinggian rambu ukur dengan menarik batangnya sesuai dengan kebutuhan, kemudian kunci.
• Letakkan dasar rambu ukur tepat diatas tengah-tengah patok (titik) yang akan dibidik.
• Usahakan rambu ukur tersebut tidak miring/condong (depan, belakang, kiri dan kanan), karena bisa mempengaruhi hasil pembacaan.
• Arahkan lensa pada teropong pesawat.
2.Tripot / Statif
Bagian Tripot/Statif

Gambar Statif
Cara Pemasangan Statif :
• Letakkan statif di atas titik yng akan didirikan pesawat, kendorkan sekrup-sekrup kaki statif.
• Tarik kepala statif sampai pada ketinggian yang dikehendaki dan usahakan kepala statif sedatar mungkin.
• Keraskan kembali sekrup-sekrup kaki statif.
• Buka kaki statif upayakan dengan membentuk sudut 60°, dari muka tanah dan ujungnya membentuk segitiga sama sisi.
• Upayakan lubang sekrup pengunci tepat di atas titik center point.
• Injak kaki statif ke dalam tanah dengan tetap memperhatikan letak kepala statif tetap mendatar
3.Total Station
Bagian Total Station Topcon GTS 235 N

Gambar Total Station Topcon GTS 235 N
Persyaratan Operasi :
• Sumbu I harus tegak lurus dengan sumbu II (dengan menyetel nivo tabung dan nivo kotaknya).
• Garis bidik harus tegak lurus dengan sumbu II.
• Garis jurusan nivo skala tegak, harus sejajar dengan garis indeks skala tegak.
• Garis jurusan nivo skala mendatar, harus tegak lurus dengan sumbu II. (syarat, sudah dipenuhi oleh pabrik pembuatnya).
Cara Penyetelan Total Station :
1. Dirikan statif sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.
2. Pasang Total Station di atas kepala statif dengan mengikatkan landasan Total Station dan sekrup pengunci di kepala statif.
3. Tempatkan center point pada titik yang akan didirikan Total Station dengan tetap memperhatikan letak kepala statif tetap mendatar dengan cara, angkat dua kaki statif mata melihat pada teropong center point untuk menempatkan titik yang akan didirikan Total Station.
4. Setel nivo kotak dengan mengatur tinggi rendahnya kaki statif pada setiap pergeseran gelembung nivo dengan menggunakan sekrup menyetel kaki statif hingga gelembung nivo bergeser ke tengah
5. Tempatkan kembali center point pada titik yang akan didirikan pesawat dengan menyetel 3 sekrup penyetel, dengan cara memutar dua sekrup ke arah dalam atau luar secara bersamaan, dan sekrup yang satu digunakan untuk menempatkan center point tersebut. Bila kurang jelas perhatikan gambar berikut ini :

Putarlah sekrup A, B secara bersamaan hingga gelembung nivo bergeser ke arah garis sekrup C. (bila memutarnya ke arah dalam keduanya jg ke arah dalam sebaliknya bila memutarnya kearah keluar sekrup keduanya jg ke arah keluar)

Putarlah sekrup c ke arah keluar apa kedalam agar gelembung nivo tepat barada di tengah.
6. Ulangi langkah 4 dan 5 hingga titik yang akan didirikan Total Station masuk ke teropong center point dan gelembung nivo kotak berada di tengah.
7. Setel nivo tabung dengan memutar salah satu 3 sekrup penyetel hingga gelembung nivo bergeser ke tengah.
8. Periksa kembali kedudukan gelembung nivo kotak dan nivo tabung dengan memutar teropong ke segala arah, bila gelembung nivo itu bergeser lagi maka lakukan penyetelan kembali.
Selasa, 14 Juli 2009
Tutorial Total StationTopcon GTS 235 N
Mengukur Tanah???? Wah suatu pekerjaan sekaligus olahraga. Betapa tidak ketika mengukur di siang hari tubuh ini selalu dibasahi keringat karena panasnya sinar matahari, tidak jarang ketika kita melihat orang yang sedang mengukur tanah (surveyor ) warna badannya gelap.
Seringkali kita bertanya – tanya apa sich yang dilakukan para manusia tersebut ketika sedang mengukur tanah? Dilihat gayanya bak’’ seorang kameramen sedang mengambil sebuah objek sesekali berteriak… Kanan… Kiri… Geser dikit… goyang… goyang… teruz…teruz... hoppp… sambil diiringi gerakan-gerakan tangannya ke atas ke bawah samping kanan samping kiri.
Apa sich yang sedang diintip...???? Nah sebelum menjelaskan lebih rinci tentang ukur mengukur (bukan ngukur badan lhoh!!!…) ada baeknya membaca ini terlebih dahulu :
Seseorang atau anda yang mempunyai tanah lebih dari ±10.000 M² atau lebih, ingin mengetahui luas tanah sebenarnya bagaimana cara menghitungnya maupun mengukurnya? Ngga mungkin kan Ngukur pakai pita ukur butuh waktu lama untuk menyelesaikannya belum lagi bila tanahnya berliku-liku seperti pencarian cinta seseorang tiada henti – hentinya eeeee kok malah ngelantur…. Oke kembali lagi soal ukur-mengukur, dibutuhkan suatu alat untuk memudahkan pekerjaan ini yaitu alat theodolite.
Sesuai majunya perkembangan teknologi muncul suatu alat lagi yaitu GPS dan Total Station (TS ) perkembangan dari alat sebelumnya ( theodolite ). Bila yang kita ukur satu kecamatan atau bila perlu pembuatan peta negara sekalipun kita dapat menggunakan citra foto / peta foto.Tapi disini saya akan membahas tentang penggunaan Total Station.
Banyak sekali berbagai merk atau tipe Total Station (TS) salah satunya yaitu merk Topcon GTS 235 N. Total Stasion (TS) adalah Suatu alat yang dapat memperoleh hasil data - data berupa koordinat. Koordinat – koordinat tersebut dimasukkan ke dalam suatu perangkat Lunak komputer yang berbasis Sistem Informasi Geografis ( SIG ). Perangkat lunak yang digunakan yaitu Autocad Land Desktop 2006 dan Top Link ( Software dari Topcon GTS 235N ).
Sementara itu dulu yang saya tulis untuk lanjutannya tunggu aja yach….
x
Langganan:
Postingan (Atom)
